Setelah sekitar 6 bulan 'dihabitatkan' di daerah citaliktik dengan pengalaman yang luar biasa, ternyata semua berakhir dengan pemindahan kekuasaan.
Yah tepatnya tanggal oktober 28, semua sarana alias modal tetap dikemas selama sekitar 1 malam penuh, bersama seorang ahli, saya belajar untuk membongkar semua muatan yang ada, membersihkan, atau mungkin lebih tepatnya menelanjangi semua komponen yang ada hingga baut-baut terkecil Dengan vacuum dan kuas ditangan, kumpulan debu beterbangan memenuhi ruangan kosong tanpa sanggup dihilangkan oleh tiupan kipas gantung yang mulai mati. 13 buah tak mungkin untuk saya bereskan sendiri. Playstation2 menjadi sarana istirahat yang cukup menghibur yang bisa saya mainkan malam itu. Setelah bosan dengan berbagai menu yang disajikan PS2, saya kembali menelanjangi bagian tubuh pc yang penuh dengan kabel dan baut, hingga akhirnya pc terakhir selesai saya telanjangi dan kemas kembali seperti keadaan yang masih baru...
Tiba esok hari, sebuah panggilan telfon berdering dan langsung bertanya 'san, gimana? udah siap diangkut?', spontan saya menjawab 'mangga kantun nyandak..'. Dan tak lama berselang, sepasang tangan terlihat dari bawah rolling door berusaha untuk membuka dengan sekuat tenaga, tapi apa daya, kunci gembok ukuran raksasa masih menggantung disela-sela lubang rollingdoor. 'Bentar Pa, saya buka dulu'.. rolling door pun diangkat dengan suara berdecit yang cukup keras, seperti menjadi pembuka jalan untuk para algojo segera mengeksekusi dan menyelesaikan tugas mereka.
Kosong, luas dan penuh debu, itulah yang tersisa dari ruangan yang sempat penuh sesak dengan berbagai peralatan canggih yang serba bisa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar